Penelitian ini memetakan potensi panas bumi di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung transisi energi bersih menggunakan teknologi binary cycle. Dengan metode remote sensing, analisis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS dilakukan untuk menghitung Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST), serta menggunakan peta geologi untuk identifikasi sesar. Data ini dianalisis dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan wilayah potensial. Hasil menunjukkan bahwa wilayah dengan kerapatan vegetasi rendah dan suhu permukaan tinggi, khususnya di sekitar sesar aktif, memiliki potensi panas bumi yang signifikan. Desa Tamapole dan Muara Jawa Ulu diidentifikasi sebagai lokasi optimal untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi berbasis binary cycle. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa implementasi teknologi binary cycle di wilayah ini berpotensi mendukung target keberlanjutan Ibu Kota Nusantara dengan menyediakan energi panas bumi yang ramah lingkungan.
Copyrights © 2024