Pabrik Tahu Kediri belum memiliki prosedur tertentu dalam pengadaan atau pemesanan bahan baku, sehingga Pabrik Tahu Kediri harus menjaga sistem pengelolaan persediaan bahan baku dengan stabil dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah menghitung perbandingan total biaya persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dengan menggunakan kebijakan Pabrik Tahu Kediri dan menentukan pembelian optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku kedelai dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini. Untuk analisis data, yang digunakan adalah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang melibatkan penghitungan Frekuensi Pembelian, Persediaan Pengaman (Safety Stock), Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point), dan Total Biaya Persediaan (Total Inventory Cost). Berdasarkan temuan penelitian ini, pembelian bahan baku kedelai yang optimal adalah dengan menggunakan metode EOQ yaitu sebesar 3.008 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 18 kali. Dengan menggunakan metode EOQ, total biaya persediaan adalah Rp 947.496 sedangkan menurut kebijakan pabrik adalah Rp. 2.696.250. Metode EOQ akan membantu Pabrik Tahu Kediri menghemat biaya sebesar Rp 1.748.754 setiap tahunnya. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode EOQ menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan yang digunakan pada Pabrik Tahu Kediri.
Copyrights © 2024