Pemanasan global menjadi isu yang sangat sensitif belakangan ini. Hal ini dikarenakan pemanasan global menimbulkan dampak yang luar biasa bagi manusia, seperti perubahan iklim yang sudah tidak dapat diprediksi, mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan serta naiknya permukaan air laut. Pemicu dari pemasana global adalah tingginya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi, Salah satu jenis gas rumah kaca yang terus meningkat konsentrasinya dalam 50 tahun terakhir adalah CO2. Salah satu cara menanggulangi hal tersebut adalah dengan cara penangkapan gas CO2 yang dapat dimanfaatkan secara langsung maupun disimpan terlebih dahulu. Terdapat empat metode carbon capture hingga saat ini yaitu post combustion, pre-combustion, oxyfuel dan gabungan antara Direct Air Capture dan Biological Capture. Metode post combustion menggunakan adsorber/absorber dan stripper untuk menangkap CO2 pada gas hasil pembakaran. Metode pre-combustion menerapkan prinsip dekarbonisasi pada bahan bakar sebelum digunakan, jadi pada metode ini akan dipisahkan CO dan H2 sehingga yang digunakan untuk pembakaran adalah H2. Metode ketiga adalah metode oxyfuel, pada metode ini dilakukan pemisahan komponen N2 dan O2 pada udara yang akan digunakan untuk pembakaran, sehingga yang digunakan untuk pembakaran adalah O2 murni. Metode yang terakhir yang merupakan salah satu inovasi baru adalah metode yang menggabungkan Direct Air Capture dan Biological Capture menjadi datu metode baru yaitu CityCapt yang digunakan untuk menangkap karbon pada udara ambien. Metode ini memanfaatkan mikroalga untuk menangkap CO2 pada udara ambien. Walaupun metode yang digunakan telah ada sejak lama, namun material yang digunakan terus diperbaharui sesuai perkembangan jaman untuk meningkatkan efisiensi proses dan hasil.
Copyrights © 2024