Peningkatan kadar air menyebabkan tanah menjadi lebih lunak dan rentan terhadap deformasi, yang dapat memengaruhi daya dukung tanah serta stabilitas bangunan di atasnya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan stabilisasi, seperti pemadatan atau penggunaan bahan tambahan, serta sistem drainase yang efektif untuk mengurangi risiko deformasi dan memastikan stabilitas tanah dalam proyek konstruksi. Penelitian ini menganalisis pengaruh kandungan air terhadap plastisitas tanah di titik bor XX. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana peningkatan kadar air memengaruhi plastisitas dan stabilitas tanah lempung di area tersebut. TujuanĀ penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan plastisitas tanah akibat kandungan air yang meningkat serta menganalisis dampaknya terhadap stabilitas tanah yang penting dalam perencanaan infrastruktur. Metode yang digunakan adalah pengujian Atterberg, yang mencakup batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas. Data primer diperoleh melalui uji laboratorium yang melibatkan pengeringan, penghancuran, dan pengujian sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan kandungan air yang lebih tinggi memiliki plastisitas lebih besar. Sampel batu pasir menunjukkan plastisitas tinggi (kategori CH), sedangkan sampel tanah lempung memiliki plastisitas rendah (kategori ML-OL). Kesimpulannya, kandungan air sangat mempengaruhi plastisitas tanah, dengan implikasi penting bagi perencanaan geoteknik dan mitigasi risiko di lokasi penelitian
Copyrights © 2024