Masalah utama dalam penelitian ini yaitu adalah fenomena bullying di Indonesia yang merupakan tantangan serius dalam dunia pendidikan dan sosial. Meskipun telah ada upaya untuk mengatasi masalah ini, namun bullying masih menjadi permasalahan yang meresahkan. Salah satu aspek yang memperumit situasi ini adalah ragam bentuk bullying yang dapat terjadi, mulai dari pelecehan verbal hingga fisik, bahkan cyberbullying melalui media sosial. Sekolah seringkali menjadi panggung utama bagi tindakan bullying. Anak-anak sering menjadi korban ketidaksetaraan kekuatan yang termanifestasi dalam intimidasi oleh teman sekelas atau sesama pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk membahas pola asuh anak yang diterapkan oleh Luqman dan istri Imran kepada anak-anaknya, sebagai representasi dari ayah dan ibu yang ideal untuk dijadikan pedoman bagi orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dimasa sekarang ini. Penelitin ini menggunakan Library Research, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data tertulis dari Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber primer, serta buku-buku parenting dan jurnal dan sejenisnya, sebagai data sekunder. Adapun metode Tahlili digunakan dalam mengkaji dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an untuk menemukan makna yang terkandung di dalamnya, secara spesifik dalam konteks penelitian ini menganalisis Qur’an surah Luqman Ayat 12-19. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ditemukan pola asuh anak dengan memadukan keutamaan-keutamaan agama dan akherat serta akhlaq mulia yang dilakukan Luqman secara hikmat kepada anak-anaknya, serta pemberian nama yang baik dan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan oleh istri Imran terhadap anak-anak dan keturunannya.
Copyrights © 2024