Peternakan ayam ras petelur sebagian besar merupakan pekerjaan sampingan, sehingga beberapa diantaranya belum menggunakan pembukuan keuangan dengan terperinci untuk menghitung antara biaya dan pendapatan yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan oleh peternak perlu dilakukan perhitungan biaya produksi, pendapatan, dan efisiensi untuk mencegah mengalami kerugian. Identifikasi biaya transaksi dinilai penting untuk keberlanjutan usaha sehingga diperlukan adanya analisis mengenai biaya transaksi dan bagaimana pengaruh biaya transaksi terhadap pendapatan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternakan ayam ras petelur perlu diketahui agar hasil produksi beserta pendapatan yang diperoleh maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif yang terdiri dari analisis pendapatan usaha dan model transaction cost analysis (TCA). Penelitian ini juga menggunakan metode analisis regresi linier berganda untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternakan ayam ras petelur. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebanyak 52 sampel dengan kriteria adalah masyarakat berprofesi sebagai peternak ayam ras petelur. Hasil penelitian menunjukkan (1) Peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Jember/5000 ayam menguntungkan dengan total pendapatan sebesar Rp906.662.856. R/C ratio menunjukkan nilai 1,276 yang menyimpulkan bahwa usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Jember menguntungkan dan layak untuk dijalankan. (2) Biaya transaksi peternakan ayam ras petelur di Kabupaten /5000 ayam adalah sebesar Rp13.657.551. Peternakan ayam ras petelur dengan adanya biaya transaksi akan menurunkan pendapatan karena nilai R/C ratio terdapat selisih sebesar 0,005 sehingga terjadi pengurangan pendapatan sebesar 0,5%. (3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pendapatan peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Jember adalah variabel biaya bibit, biaya pakan, dan pengalaman beternak.
Copyrights © 2024