Aktivitas pertambangan dan industri memiliki dampak terhadap aktivitas pertanian. Ini telah terkonfirmasi pada studi-studi terdahulu yang pernah dilakukan di berbagai negara. Fenomena ini tampaknya juga terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya setelah beroperasinya kawasan industri hilirisasi nikel di Pulau Obi. Dengan menggunakan metode mixed-method, studi ini mencoba melihat pergeseran sektor pertanian sebagai efek dari perkembangan sektor pertambangan dan industri di Kabupaten Halmahera Selatan dan melihat efeknya secara mikro terhadap golongan masyarakat di desa sekitar wilayah pertambangan dan industri tersebut di Kabupaten Halmahera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan secara makroekonomi terdapat pergeseran struktur ekonomi masyarakat dari sektor pertanian ke sektor pertambangan dan industri. Walaupun demikian, arus tenaga kerja lokal masyarakat belum sepenuhnya bergeser ke sektor tersebut. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Secara umum, de-agriculturalization belum terjadi sepenuhnya walaupun ada indikasi mengarah ke hal tersebut di tahun-tahun yang akan datang.
Copyrights © 2024