Relai Auto Recloser atau relai penutup balik bekerja menutup kembali pemutus tenaga/circuit breaker (PMT) ketika terjadi gangguan temporer. Alat ini terpasang pada bay penghantar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Apabila terjadi gangguan temporer, PMT melakukan trip sesaat kemudian dimasukan balik oleh relai Auto Recloser, sehingga penyaluran energi listrik tetap berjalan. Penelitian ini menganalisis kinerja SUTT Depok-Cawang 2 dalam menghadapi gangguan phasa yang bersifat temporer, karena gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan terganggunya penyaluran energi listrik. Analisis yang digunakan berupa single phase auto reclosing (SPAR) dan three phase auto reclosing (TPAR). Setting pola SPAR dan TPAR dilakukan untuk menguji terjadinya gangguan selain mencari tahu penyebab terjadinya kegagalan kerja Auto Recloser. Pengujian dilakukan terhadap setting pola SPAR berdasarkan metode waktu minimum pemadaman busur api. Hasil pengujian menujukan hasil perhitungan setting 0,3 s merupakan waktu minimum sedangkan hasil perhitungan waktu de-ionisasi yangs esuai bernilai 0,8 s. Setting waktu TPAR untuk dead time 3 s menunjukan perbedaan hasil perhitungan dalam waktu minimum pemadaman busur api dan de ionisasi. Walaupun demikian, dapat disimpulkan bahwa kontak pada relai auto reclose di SUTT Depok-Cawang 2 masih baik sehingga siap untuk dilakukan penerapan setting baik pola SPAR dan TPAR.
Copyrights © 2024