Penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh usaha mikro kecil (UMKM) penyandang disabilitas dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk mereka. Masalah yang diidentifikasi adalah keterbatasan waktu produksi dan penggunaan teknologi tradisional yang kurang efisien dalam usaha keripik tempe. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan alih teknologi dari metode tradisional ke penggunaan mesin pengiris tempe modern terhadap peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan dengan desain penelitian eksperimen. Subjek penelitian adalah pemilik usaha keripik tempe yang merupakan penyandang disabilitas. Uji coba dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra UMKM. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan waktu produksi dan kualitas produk sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mesin pengiris tempe modern berhasil mengurangi waktu produksi dari 5 jam menjadi 20 menit untuk 5 kg tempe, serta meningkatkan kualitas ketebalan produk secara signifikan. Simpulan penelitian ini adalah bahwa alih teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk UMKM penyandang disabilitas, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing produk mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa program pemberdayaan berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kinerja UMKM skala kecil, khususnya bagi kelompok penyandang disabilitas.
Copyrights © 2024