Pemberdayaan perempuan sebagai upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's) dilaksanakan di Desa Bebetin untuk mengatasi berbagai tantangan seperti kurangnya keterampilan, kekerasan rumah tangga, pernikahan dini, minimnya regenerasi penari tradisional, dan rendahnya kemampuan berbahasa Inggris. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan yang mencakup edukasi pendewasaan usia perkawinan dan kesehatan reproduksi, sosialisasi 8 fungsi keluarga, regenerasi budaya melalui pelatihan tari tradisional Bali, pelatihan komunikasi berbahasa Inggris, edukasi sepuluh (10) life skills menurut WHO, pelatihan kewirausahaan berbasis potensi desa, pendampingan digital marketing, dan festival Perempuan Bebetin Berdaya. Subjek pengabdian terdiri dari perempuan berusia 13-35 tahun yang terlibat dalam program tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi, dan wawancara mendalam, sementara analisis data menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi dampak program terhadap peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta di bidang kewirausahaan, komunikasi, dan regenerasi budaya. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pentingnya pendewasaan usia perkawinan. Kesimpulannya, program PPK Ormawa berhasil memberdayakan perempuan melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kesetaraan gender, sehingga mendukung pencapaian SDG’s.
Copyrights © 2024