Bronchopneumonia, sebagai salah satu penyakit dengan tingkat klaim tinggi, memerlukan perhatian khusus. Untuk mewujudkan pemerataan kesehatan, pemerintah membentuk BPJS Kesehatan yang bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dan menggunakan sistem INA-CBG dalam pembiayaan. Namun, dalam penggunaannya kerap terjadi selisih antara tarif INA-CBG dan tarif riil rumah sakit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk karakteristik pasien dan Length of Stay (LOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara karakteristik pasien dan Legth of Stay (LOS) dengan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan di RS Z Kota Bandung pada kasus Bronchopneumonia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi bivariat pearson. Data sekunder dikumpulkan dari Unit Casemix, mencakup 176 klaim BPJS untuk kasus Bronchopneumonia (J18.0) pada pasien rawat inap dari Oktober hingga Desember 2023, dengan sampel 64 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin dan jumlah diagnosis sekunder tidak berkorelasi signifikan dengan LOS atau selisih tarif. Namun, usia (r= -0,250, p
Copyrights © 2024