AbstractThe aim of the research was to analyze the effectiveness of Revitalization of Traditional Market In Makassar City. The research was a qualitative study. The techniques of obtaining the data were observation, interview and documentation study. They were analyzed using descriptive qualitative approach. The results of the research indicate that the variables of the number of reÂsult are categorized ineffective since there are works which are not realized and the quantity of the number of built lods cannot accommodate merchants and vendors who sell outside marÂkets.The variable of satisfaction level is ineffective since the size of lots is very narrow and inavailability of adequate facilities. Variables of creative products categorized ineffective since the arrangement of types of merchandises in the markets is irregular and lack of socialization of market management of merchants; therefore, there is no conductive relationship that can lead to creativity merchant. Archieved intensity variable is categorized ineffective since market management does not obey the existing rules. Besides, the merchants have a low awareness in creating competitive market. Keywords: baperjakat, promotion, makassar AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas revitalisasi pasar tradisional Paâbaeng-Baeng di Kota Makassar. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara serta telaah dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dari variabel jumlah hasil dikategorikan tidak efektif, disebabkan karena adanya pekerjaan yang tidak terealisasi dan dari segi kuantitas jumlah lods yang dibangun tidak dapat menampung pedagang dan PKL yang berjualan diluar pasar. Dari variabel tingkat kepuasan yang diperoleh dikategorikan tidak efektif, disebabkan ukuran lods sangat sempit dan belum tersedianya sarana yang memadai. Dari variabel produk kreatif dikategorikan tidak efektif, disebabkan penataan jenis barang juaÂlan pasar yang tidak teratur dan kurangnya sosialisasi pengelola pasar pada pedagang sehingÂga tidak tercipta hubungan yang kondusif yang bisa menimbulkan kreativitas pedagang. Dari variabel Intensitas yang dicapai dikategorikan tidak efektif, disebabkan pengelola pasar masih kurang mematuhi aturan yang ada mengenai pengelolaan pasar, begitupun dengan pedagang yang memiliki tingkat kesadaran yang rendah dalam hal menciptakan pasar yang berdaya saing. Kata kunci: baperjakat, promosi jabatan, makassar
Copyrights © 2016