Pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, namun juga menjadi salah satu sumber utama degradasi lingkungan jika tidak dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis strategi mitigasi yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Puji Rezeki di Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dalam mengatasi dampak negatif kegiatan pertanian intensif terhadap lingkungan. Dengan pendekatan mixed methods, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Puji Rezeki telah mengimplementasikan beberapa strategi mitigasi seperti penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, dan pengelolaan air yang efisien. Namun, keterbatasan pengetahuan dan sumber daya masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan efektivitas strategi ini. Dukungan eksternal seperti kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelompok dalam menjaga keseimbangan antara produksi pertanian dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pelatihan dan akses terhadap teknologi ramah lingkungan sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran KWT dalam pelestarian lingkungan di tingkat komunitas.
Copyrights © 2024