Saat ini, jumlah pelaku UMKM di Aceh sangat tinggi dengan segala bentuk jenis usahanya, namun masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal yang merupakan salah satu legalitas usaha yang harus dipenuhi. Salah satu bentuk sertifikasi halal adalah dengan skema self declare, model sertifikasi halal ini ditanggapi beragam oleh pelaku UMKM di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menguraikan dinamika sertifikasi halal melalui skema self declare pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Aceh. (2) Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam akselerasi daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Aceh. (3) Menetapkan strategi pelaku usaha dalam akselerasi daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Aceh. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpalan data melalui data sekunder yaitu wawancara dengan informan penelitian pada 4 (empat) wilayah di Aceh. Informan penelitian meliputi pelaku UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Aceh, Pendamping Proses Halal (PPH), Seksi Bima Islam pada Kementerian Agama serta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM antusias dengan pengurusan sertifikasi halal sebagai salah satu pemenuhanlegalitas usaha. Tantangan yang ada yaitu kurangnya pemahaman pelaku UMKM terkait penggunaan bahan-bahan usaha yang masuk kedalam positive list dalam skema Self declare. Untuk itu, perlu kerja keras dan upaya pihakpihak terkait dalam meningkatkan kesadaran pelaku usaha akan sertifikasi halal sehingga tercipta akselerasi daya saing usaha para pelaku UMKM.
Copyrights © 2024