Abstrak Penggunaan naghamat dalam membaca Al-Qur’an sudah menjadi budaya khas yang menarik perhatian di dunia Islam tak terkecuali masyarakat muslim Indonesia. Hampir setiap acara keagamaan, seremonial, dan ritual daur hidup diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an menggunakan naghamat martabat mujawwad. Fenomena ini tentunya terjadi disertai dengan adanya tujuan yang ingin dicapai oleh para pembaca dan juga sebab yang melatarbelakanginya. Penulis bermaksud mengungkap motif dari fenomena pembacaan Al-Qur’an dengan naghamat ini secara lebih mendalam dengan menggunakan analisis teori fenomenologi Alfred Schutz. Dengan mengetahui sebab dan tujuan dari tindakan pembacaan Al-Qur’an menggunakan naghamat, serta dengan menggali pengalaman dari individu-individu yang terlibat langsung, akan dapat diketahui motif dari fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Berdasarkan penjelasan mengenai sebab dan tujuan dari tindakan, serta dari pengalaman para individu yang terlibat langsung, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan Al-Qur’an dengan naghamat mempunyai lima motif, diantaranya adalah motif estetika, motif emosional, motif religius, motif motivasi, dan motif kesehatan.
Copyrights © 2024