Latar Belakang: Hipertensi yang berlangsung dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ, oleh karena itu tekanan darah harus dikendalikan. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis yaitu dengan obat-obat anti hipertensi atau dengan cara non farmakologi. Pijat refleksi menjadi pilihan karena tindakan ini aman bagi pasien karena bukan tindakan invasif dan mudah dilakukan oleh terafis dan perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre experimental dengan desain pretest-posttest without control group design dengan jumlah sampel 24 yang dipilih dengan cara accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan alat pengukur tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer kemudian analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Ditemukan dari 24 responden yang diteliti tekanan darah systole nilai p = 0,000 dan nilai diastole dengan nilai p-value 0,001 yang menunjukan bahwa p<0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat refleksi telapak kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Bali Mandara.
Copyrights © 2024