Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, karena pada masa ini seseorang akan cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar, bereksperimen dan bereksplorasi untuk memuaskan perasaannya. Rasa ingin tahunya, remaja cenderung suka mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang karena secara psikologis mereka belum memiliki kematangan emosi. Pacaran merupakan salah satu perilaku seksual berisiko yang dilakukan oleh remaja, dimana pacaran merupakan awal dari seks bebas yang akan berdampak pada kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey dan analisis statistik, di mana data dikumpulkan melalui kuisioner terstruktur untuk mengukur variable. Analisis dilakukan dengan mengguanakn SPSS 16 dengan membandingkan pvalue dan alpha (0,05) melalui table kontigensi dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini termasuk kuantitatif deskriptif dan analitik dengan design cross sectional, serta dapt dikategorikan sebagai korelasional.desain deskriptif korelatif. Populasi berjumlah 70 siswa dan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik atau buruk memiliki peluang yang sama untuk melakukan perilaku pacaran. Hal ini disebabkan pengaruh media sosial yang sangat masif di kalangan remaja. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan poster/leaflet tentang kesehatan reproduksi remaja yang akan dipublikasikan melalui media cetak dan dapat diakses di sekolah melalui media madding baik di sekolah, papan pengumuman maupun ruang PIK-R.
Copyrights © 2024