Kinerja pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari tergolong buruk karena sering terlambat datang ke kantor, kecerdasan emosional rendah, pengendalian diri buruk, dan motivasi menurun. Komitmen organisasi juga terlihat dari perilaku mereka, seperti terlambat masuk kerja, lamban bekerja, dan tidak masuk kerja karena alasan pribadi. Masalah-masalah ini menunjukkan perlunya peningkatan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kausal untuk menguji dampak Kecerdasan Emosional dan Komitmen Organisasi terhadap kinerja 60 petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendari. Analisis deskriptif responden dan analisis regresi digunakan, dengan uji-t dan uji Sobel untuk pengujian hipotesis. Penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan emosional berdampak positif terhadap kinerja Karyawan Personel Lapas Kelas IIA Kendari, dengan nilai t sebesar 2,420 dan tingkat signifikansi 0,027, dan komitmen organisasi berdampak positif terhadap kinerja Karyawan Personel Lapas Kelas IIA Kendari, dengan nilai t sebesar 2,406 dan tingkat signifikansi masing-masing 0,014. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional berdampak signifikan terhadap kinerja karyawan di Rumah Tahanan Kelas IIA Kendari. Kecerdasan emosional yang baik memungkinkan karyawan untuk mengelola emosi mereka secara efektif, meningkatkan kinerja mereka. Komitmen organisasi juga memengaruhi kinerja karyawan secara positif, karena komitmen yang lebih tinggi mengarah pada kinerja yang lebih baik. Uji Sobel mengungkapkan bahwa komitmen organisasi memediasi hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja karyawan.
Copyrights © 2024