Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi bentuk dan makna akuntansi dalam tradisi Pohulo’o. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Adapun informan penelitian ini adalah pegawai sara, petani dan pemberi gadai, dan akademisi. Praktik pohulo'o menunjukkan bahwa akuntansi dalam konteks tradisional tidak selalu membutuhkan dokumentasi formal; kesepakatan lisan dan kepercayaan menjadi dasar utama transaksi. Proses gadai melibatkan pertukaran nilai antara aset (tanah) dan kewajiban (hutang), yang dikelola secara informal namun efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami akuntansi dari perspektif budaya lokal, di mana nilai-nilai sosial dan kepercayaan memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya. Implementasi praktik pohulo'o dapat menjadi model bagi sistem akuntansi berbasis komunitas yang lebih inklusif dan adaptif. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang bagaimana praktik akuntansi nonformal dalam tradisi pohulo'o mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial, serta mengajarkan pentingnya kerjasama dalam pengelolaan sumber daya di masyarakat GorontaloKata Kunci : Tradisi Pohulo’o, Kepercayaan (trust), Praktik Akuntansi
Copyrights © 2025