Reward dan punishment adalah dua strategi penting dalam manajemen sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai di berbagai sektor, termasuk sektor publik. Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, penerapan reward dan punishment diidentifikasi sebagai elemen penting dalam memotivasi pegawai ASN, namun tantangan muncul ketika kebijakan tersebut diterapkan secara tidak seimbang. Penelitian ini mengisi celah pengetahuan dengan mengeksplorasi dampak dari ketidakseimbangan penerapan reward dan punishment terhadap kinerja pegawai ASN, terutama terkait resistensi terhadap punishment dan kurangnya fleksibilitas dalam pemberian reward. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan pegawai ASN sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan secara konsisten memiliki dampak positif terhadap motivasi pegawai, sementara punishment yang tidak proporsional menimbulkan resistensi dan penurunan kinerja. Penelitian ini menyarankan adanya reformasi dalam sistem evaluasi dan monitoring kinerja di sektor publik untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara reward dan punishment serta fleksibilitas dalam penerapannya. Kata kunci: reward; punishment; kinerja ASN; sektor publik; sistem evaluasi
Copyrights © 2024