Penelitian ini bertujuan menyelidiki tendensi CEO untuk mencatat adanya penurunan nilai goodwill perusahaan ketika CEO memiliki perilaku berkepercayaan diri berlebih. Penelitian ini memberikan kebaharuan dengan memberikan penjelasan pencatatan penurunan nilai goodwill dengan sudut pandang keperilakuan. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan latar belakang negara berkembang yang memiliki karateristik pendapatan menegah kebawah dan memiliki ketidakpastian ekonomi masa depan. Kedua pembaharuan tersebut memberikan penjelasan yang lengkap mengenai fenomena penurunan nilai goodwill. Proksi yang digunakan untuk mengukur kepercayaan diri berlebih adalah pengeluaran modal dan pencatatan penurunan nilai goodwill adalah delta goodwill. Penelitian ini menggunakan sampel semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2012-2019 dengan total sebanyak 878 data observasi. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri berlebih dan pencatatan penurunan nilai goodwill adalah regresi tobit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat asosiasi antara kepercayaan diri berlebih dan pencatatan penurunan nilai goodwill perusahaan. Penelitian ini berimplikasi bagi investor yang dapat menaruh kepercayaan lebih pada perusahaan yang memiliki tingkat akuisisi yang tinggi, karena perusahaan tersebut berkecenderungan memenuhi pedoman pelaporan keuangan.Kata Kunci: Kepercayaan Diri Berlebih CEO, Negara Berkembang, Penurunan Nilai Goodwill, Pengungkapan Penurunan, Negara Berkembang
Copyrights © 2022