Penelitian ini bertujuan menggali makna tanda-tanda yang terdapat pada tiga tugu Melayu di Kota Pekanbaru, yakni Tugu Tepak Sirih, Tugu Tari  Zapin, dan Tugu Keris. Pendekatan analisis semiotik Peirce digunakan untuk memaknai tanda-tanda yang terdapat pada ketiga tugu. Hasil pembacaan tanda-tanda akan dikaitkan dengan pendapat budayawan Melayu terkait makna tugu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tugu dibuat untuk merepresentasikan budaya Melayu. Tugu Tepak Sirih menandakan keramahan orang Melayu dalam menyambut tamu, Tugu Tari Zapin menandakan tari zapin sebagai tari Melayu yang berasal dari Riau, dan Tugu Keris menandakan kehormatan Melayu. Meskipun ketiga tugu ini menampilkan budaya Melayu, terdapat ketidaksesuaian antara penanda yang digunakan dengan budaya Melayu. Ketiga tugu juga kurang tepat dalam  menampilkan konsep estetika dan keseimbangan. Pesan yang disampaikan melalui tugu tidak sesuai dengan makna kultural yang terdapat dalam masyarakat Melayu sehingga menimbulkan perdebatan dalam masyarakat.
Copyrights © 2014