Stunting menjadi isu mendesak di Indonesia karena dampaknya yang serius terhadap kualitas sumber daya manusia, termasuk di Kota Cirebon yang memiliki prevalensi stunting 17% (SSGI 2022). Pemerintah Kota Cirebon menerapkan program percepatan penurunan stunting melalui aplikasi digital SiPENTING. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu di Kelurahan Kejaksan. Hasil penelitian menunjukkan dari 72 balita yang berisiko stunting, hanya 69 yang berhasil didata melalui geotagging dengan Google Form, dengan kendala seperti ketidaksesuaian alamat, pengetahuan orang tua yang terbatas, dan masalah teknis. Pemberdayaan masyarakat melalui posyandu terbukti efektif dalam pemantauan kesehatan dan gizi balita, meskipun masih terdapat tantangan. Edukasi berkelanjutan, komunikasi yang tepat, dan koordinasi yang baik antar pihak terkait diperlukan untuk keberlanjutan program ini, dengan rekomendasi utama meningkatkan edukasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan posyandu.
Copyrights © 2024