Komunikasi fatis merupakan jenis ungkapan basa-basi yang digunakan oleh kelompok masyarakat pengguna bahasa dalam berinteraksi. Dalam penggunaanya, komunikasi fatis berfungsi untuk mencairkan kebekuan serta mengukuhkan suasana dalam berinteraksi. Penggunaan komunikasi fatis tersebut juga diterapkan dalam lingkungan formal seperti di sekolah, baik dalam interaksi guru dan siswa maupun antara sesame siswa. Dalam konteks berinteraksi di sekolah, komunikasi fatis digunakan sebagai bentuk ungkapan basa-basi untuk menghidupakan suasana. Komunikasi fatis dalam penelitian ini digunakan pada kegiatan literasi di sekolah yang melibatkan guru dan siswa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah agar lebih memaksimalkan interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan literasi siswa di sekolah, sehingga dapat terlaksananya kegiatan tersebut sesuai tujuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terhadap penggunaan komunikasi fatis guru dan siswa, teknik wawancara digunakan untuk mengetahui makna penggunaan bentuk komunikasi fatis. Hasil penelitian ini ditenemukan 8 data berdasarkan bentuk komunikasi fatis yakni bentuk verbal pada penggunaan partikel, frasa, dan kalimat serta bentuk nonverbal.
Copyrights © 2025