Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

PENGELOLAAN OBAT TIDAK TERPAKAI DAN KADALUARSA PADA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MAGETAN, JAWA TIMUR

Kartikaningrum, Vidya (Unknown)
Nurcahyani, Diah (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2025

Abstract

Obat merupakan komponen penting dari pelayanan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pengelolaan obat yang tidak tepat dapat mempengaruhi stabilitas obat dan mengakibatkan obat tidak bisa digunakan. Obat tersebut dapat berpotensi menjadi limbah dan dapat merugikan orang lain serta lingkungan sekitar.  Laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akan diikuti dengan peningkatan penggunaan obat obatan. Hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan jumlah limbah obat. Sisa obat yang tidak terpakai dan kadaluarsa akan menjadi limbah obat. Limbah tersebut masuk dalam kategori bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat membahayakan lingkungan. Permasalahan mengenai limbah ini terjadi karena pembuangan obat yang tidak tepat pada skala rumah tangga. Hal tersebut dapat memicu terjadinya daur ulang illegal kemasan atau produk obat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengelolaan obat yang tidak terpakai dan kadalurasa pada lingkup  rumah tangga. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif. Data penelitian didapatkan melalui wawancara. Instrumen pada penelitian ini adalah kuisioner.  Kuesioner tersebut diberikan kepada responden rumah tangga yang diwakili oleh ibu ibu PKK di Kabupaten  Magetan. Responden  yang dipilih dengan metode cluster random  sampling. Data penelitian yang didapatkan adalah (1) jumlah dan jenis obat berdasarkan bentuk sediaan yang tidak digunakan dalam skala rumah tangga (2) alasan obat tidak digunakan, (3) metode penyimpanan dan (4) metode pembuangan obat yang tidak digunakan tersebut. Penelitian ini  menunjukkan data bahwa  93% rumah tangga menyimpan  obat di rumah. Obat tersebut berasal dari fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) (42%) dan apotek (39%). Obat tidak terpakai tersebut diantaranya obat golongan analgesik-antipiretik (20,8%) dan obat batuk dan flu (16,6%). Sebanyak 72% responden telah mampu menyimpan obat dengan benar. Obat yang tidak digunakan tersebut dibuang ke tempat sampah tanpa perlakuan khusus dan sebagian dibuang langsung ke saluran air oleh 94 % responden di Kabupaten Magetan. Tindakan tersebut beresiko terjadinya  pencemaran lingkungan dan dampak buruk terhadap segi kesehatan serta perekonomian. Medicines are an important component of health services which are a community need. Mishandling a drug can cause the drug to become unusable and potentially harm people and the environment. Medicine waste is predicted to increase along with the increase in population growth rate followed by increasing consumption of medicines in the community. Medicine waste includes unused and expired medicines. Leftover medicines that are no longer used by the public will become household B3 waste which endangers the environment. On a household scale, improper disposal of medicines can cause serious problems and give rise to the potential for illegal recycling of expired medicine packaging or products. The aim of the research is to determine the management of unused and expired medicines on a household scale. The method used in this research is quantitative analysis research methods. Data was obtained through interview techniques using an instrument in the form of a questionnaire to household respondents in Magetan Regency who were selected through cluster random sampling. The data collected are (1) the number and type of medicines based on dosage forms that are not used on a household scale (2) the reasons why the medicines are not used, (3) how to store them and (4) how to dispose of the unused medicines.The results showed that 93% of households had medicine at home obtained from health facilities (hospitals, clinics and health centers) (42%) and pharmacies (39%). These drugs are dominated by analgesics-antipyretics (20.8%) and cough and flu drugs (16.6%). As many as 72% of respondents were able to store medicine correctly. Almost all respondents in Magetan Regency (94%) throw away medicines that are no longer used in the trash without proper procedures and throw the rest into waterways. This can pose a risk of environmental pollution and other negative environmental, economic and health impacts

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

parapemikir

Publisher

Subject

Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Physics

Description

Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology ...