Kemangi berpotensi untuk dikembangkan secara luas di Indonesia karena memiliki banyak keunggulan dan manfaat. Peningkatan hasil kemangi dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik, salah satunya kompos kipahit. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kipahit terhadap pertumbuhan dan hasil tiga aksesi kemangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 bertempat di Kebun Percobaan Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dengan ketinggian ±580 m dpl. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial 3 ulangan. Perlakuan pertama adalah aksesi kemangi (Kadudampit, Ciaruteun dan Cidolog), perlakuan kedua adalah dosis kompos kipahit (kontrol (0%N dan 100%N-urea) 50%N-kipahit, 100%N-kipahit, 150%N-kipahit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi kemangi asal Kadudampit memiliki daun paling luas, dan bobot segar serta kering panen paling tinggi. Aplikasi kompos kipahit dengan dosis 50%N sampai 150%N menghasilkan diameter batang, panjang cabang, dan luas daun kemangi terbaik. Kemangi yang diberi 50%N-kipahit sampai 150%N-kipahit memiliki kering tajuk serta panen tidak berbeda nyata dengan yang diberi 150%N-urea. Aksesi Kadudampit yang diberi 100%N-kipahit dan 150%N-kipahit memiliki bobot akar kering nyata lebih berat dibandingkan yang diberi dosis pupuk lain.
Copyrights © 2024