Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi kecerdasan buatan (AI Literacy) di kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin yang disebarkan kepada 113 mahasiswa. Kuesioner yang digunakan menggunakan referensi dari instrumen MAILS atau Meta AI Literacy Scale yang memiliki 34 item pernyataan yang dibagi menjadi 4 dimensi pengukuran, yaitu AI Literacy (AIL), Create AI (CAI), AI Self-Efficacy (AISE), dan AI Self-Competency (AISC). Dari hasil pengukuran yang dilakukan menunjukkan jika sebagian besar responden memiliki tingkat literasi AI yang cukup baik, khususnya pada dimensi AIL, AISE, dan AISC yang mencerminkan bahwa pada responden telah memiliki tingkat pemahaman konseptual dan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi AI. Namun, untuk dimensi CAI yang berfokus pada kemampuan teknis, hasil pengukuran menunjukkan nilai yang rendah dibandingkan ketiga dimensi lainnya yang mengindikasikan bahwa para responden memiliki kelemahan yang cukup siginifikan dalam hal kemampuan teknis yang berkaitan dengan pengembangan AI. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki kemampuan konseptual yang baik terkait teknologi AI, namun di lain sisi, mereka belum memiliki kemampuan teknis yang cukup memadai jika dikaitkan dengan kemampuan teknis di bidang AI. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi perguruan tinggi untuk membuat kebijakan-kebijakan tertentu yang dapat meningkatkan dan memperdalam kemampuan teknis dari para mahasiswa di bidang teknologi AI dengan tetap memperkuat kemampuan konseptual di bidang AI yang sudah mereka miliki.
Copyrights © 2025