Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 4 No. 5: Januari 2025

TANTANGAN REVITALISASI BUDAYA TIONGHOA PERANAKAN DI KOTA PADANG

Delpa, Delpa (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jan 2025

Abstract

Amalgamasi perkahwinan campuran leluhur Tionghoa dengan penduduk tempatan. Pada dasarnya orang Tionghoa peranakan memiliki corak hidup dan identitas budaya yang berbeda dengan komunitas Tionghoa totok. Kajian ini dapat memberikan informasi tentang persoalan yang dihadapi oleh komunitas Tionghoa peranakan dalam menghidupkan kembali identitas budaya mereka. Persoalan ini tentunya dapat memberikan dorongan kepada pihak terkait untuk memahami keberadaan budaya mereka. Metodologi penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, kaedah mengumpulkan data menggunakan kaedah interview secara terperinci (In-Depth interview) terhadap informan. Kedua. Kaedah pemilihan informan menggunakan kaedah snowball. Keberadaan orang Tionghoa peranakan Padang telah melakukan berbagai strategi dalam menghidupkan kembali identitas budaya mereka. Sering dengan maraknya pengaruh asimilasi, modernisasi dan globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap identitas budaya orang Tionghoa peranakan di kota Padang. Pada dasarnya orang Tionghoa peranakan kota Padang telah memilih dan menetapkan identitas budaya Minang merupakan identitas budaya Tionghoa peranakan di kota Padang. Pemilihan identitas budaya Minang merupakan strategi yang efektif dalam membangun hubungan interaksi dan komunikasi etnis dalam masyarakat yang multikulturalisme

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...