Fasciolosis adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh cacing pipih dari genus Fasciola, yang mempengaruhi ternak ruminansia seperti sapi. Penyakit ini memiliki dampak ekonomi signifikan karena penurunan produktivitas, kualitas daging, dan peningkatan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi fasciolosis pada sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Payakumbuh. Pengambilan sampel feses dilakukan di RPH Payakumbuh dengan jumlah 30 sampel, yang dianalisis menggunakan metode flotasi dan sedimentasi untuk mendeteksi keberadaan Fasciola sp. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi Fasciola sp. pada sampel feses sebesar 33,3%. Prevalensi berdasarkan umur bahwa pada sapi yang berumur ≥8 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Jenis kelamin, prevalensi pada sapi jantan adalah 28,57%, dan pada sapi betina adalah 30,43%. Bangsa sapi, prevalensi infeksi tertinggi ditemukan pada sapi Brahman Cross (50%), diikuti oleh Simmental (30%) dan Peranakan Ongole (25%). Penelitian ini memberikan data penting bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk meningkatkan strategi pengendalian penyakit serta meningkatkan kesadaran peternak tentang pentingnya pencegahan fasciolosis, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.
Copyrights © 2025