Proses tumbuh kembang bayi dan balita sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan utamanya. Kebutuhan utama itu dikenal pula dengan istilah triple A, yakni : kebutuhan gizi (asuh), kebutuhan emosi dan kasih sayang (asih), dan kebutuhan stimulasi dini (asah) . Stimulasi tumbuh kembang yang baik dapat diberikan oleh orang tua kepada anaknya mulai dari bayi. Stimulasi atau rangsangan yang baik untuk anak dapat diberikan oleh orang tua untuk perkembangan potensinya secara maksimal (Andriana, 2013). Salah satu bentuk stimulasi yang selama ini dilakukan masyarakat adalah dengan pijat. Pijat bayi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya cara untuk memperkuat ikatan batin dan meningkatkan kulitas tidur bayi usia 3 – 6 bulan hal ini sejalan dengan penelitian Penelitian yang dilakukan (Hartanti, 2019). Bahwa terdapat pengaruh yang siginifikan dari pemberian pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi pada usia 1–6 bulan. Peneliti menemukan kualitas tidur bayi terlihat meningkat dimana setelah dilakukan pijat bayi, kualitas tidur bayi menurun dari 11 bayi (31,4%) menjadi 2 bayi (5,7%). Berdasarkan hasil penelitian pada ibu kelompok intervensi setelah diberikan pelatihan pijat bayi di dapatkan 90 % ibu kentrampilannya meningkat lebih baik dan 10 % ketrampilan belum ada perubahan. Sedangkan pada ibu kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan dengan melihat video pijat bayi di dapatkan 60% ibu meningkatkan ketrampilannya dan 40 % tidak meningkat ketrampilan pijat bayinya. Hasil probabilitas P (1) sebesar 0,000185. Uji Chi Square Nilai P (V) adalah 0,004 artinya secara statistik pelatihan pijat bayi dapat meningkatkan ketrampilan ibu dalam memijat bayi.
Copyrights © 2025