Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap financial distress pada bank umum syariah di Indonesia, menggunakan indikator seperti ROA, ROE, NPF, CAR, BOPO, dan LDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan CAR memiliki pengaruh negatif signifikan, yang berarti kemampuan bank dalam menghasilkan laba dan menjaga kecukupan modal dapat mengurangi risiko financial distress. Sebaliknya, NPF, BOPO, dan LDR menunjukkan pengaruh positif signifikan, yang mengindikasikan bahwa tingginya kredit bermasalah, ketidakefisienan operasional, dan rasio pinjaman yang tinggi meningkatkan risiko kesulitan keuangan. ROE, meskipun merupakan indikator kinerja penting, tidak memiliki pengaruh signifikan dalam konteks ini. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan kinerja keuangan yang baik, khususnya dalam meningkatkan profitabilitas, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko, untuk menjaga stabilitas keuangan bank syariah dan mengurangi risiko financial distress. Penelitian ini juga didukung oleh 5 tinjauan literatur yang memperkuat topik, menunjukkan bahwa kinerja keuangan berperan penting dalam mencegah financial distress di sektor perbankan syariah.
Copyrights © 2024