Penelitian ini mengamati penggunaan media sosial oleh DPRD Kabupaten Badung sebagai alat komunikasi dengan masyarakat, yang menawarkan peluang besar untuk menyampaikan informasi secara efektif namun juga menghadirkan tantangan dalam mengelola respons negatif dan informasi yang tidak akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tantangan dan peluang komunikasi yang dihadapi oleh DPRD serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis konten dari media sosial resmi DPRD Kabupaten Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi publik dalam proses pemerintahan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengelola umpan balik negatif dan informasi yang tidak akurat yang beredar di media sosial. Media sosial memberikan kesempatan untuk interaksi langsung yang efektif antara DPRD dan masyarakat, namun diperlukan strategi komunikasi yang matang dan terencana untuk menjaga reputasi dan kepercayaan publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sementara media sosial dapat menjadi alat yang kuat untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, strategi yang tepat harus diimplementasikan untuk memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan potensi dampak negatif
Copyrights © 2025