Rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021 menghasilkan gempa bumi sesar opak berkategori aktif yang berdampak pada sektor pelayanan medis. Rumah sakit wilayah tersebut tidak semua siap menghadapi bencana karena tidak ada persiapan matang dan siklus bencana membuat pemasalahan semakin kompleks. Rumah sakit lapangan di Indonesia saat ini masih banyak permasalahan dalam cara perakitan yang memerlukan waktu lama dan tidak memiliki kelebihan tertentu menghadapi kondisi akibat bencana. Arsitektur portabel merupakan salah satu cara untuk menemukan solusi permasalahan desain ini, namun beberapa sistem dan teknologinya memiliki keterbatasan. Tujuan penelitian adalah merancang rumah sakit lapangan yang memiliki kemampuan efisiensi pengemasan serta dapat beradaptasi di lingkungan secara efektif. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data survei konteks lokasi lahan berdasarkan aspek khusus pendirian rumah sakit lapangan dan rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021, proses desain menggunakan force-based framework. Menunjukkan bahwa tingkat modularitas desain dalam mengemas bentuk cukup efisien dengan terintegrasinya peralatan medis, perakitan hanya membutuhkan waktu 19 menit dengan 4 orang dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kontur lahan setempat. Hasil ini bermanfaat sebagai perkembangan kajian prinsip desain rumah sakit lapangan
Copyrights © 2024