Studi ini menyelidiki kontribusi tiga subsektor utama-fesyen, kuliner, dan kriya-dalammeningkatkan nilai tambah ekonomi kreatif nasional Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan menggunakan 170 tanggapan survei dan analisis data melalui Structural Equation Modeling (SEM-PLS 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subsektor tersebut berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi kreatif nasional, dengan subsektor fesyen menunjukkan pengaruh terkuat (koefisien jalur: 0,880), diikuti oleh kuliner (koefisien jalur: 0,627) dan kriya (koefisien jalur: 0,438). Temuan ini menunjukkan bahwa fesyen memainkan peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi, sementara kuliner dan kerajinan juga memberikan kontribusi yang cukup besar, meskipun pada tingkat yang lebih rendah. Rekomendasi kebijakan yang dapat diambil antara lain adalah meningkatkan investasi dalam inovasi fesyen, memperluas wisata kuliner, dan memberdayakan sektor kerajinan melalui platform digital dan akses pasar. Langkah-langkah tersebut dapat memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing global.
Copyrights © 2025