Status gizi adalah keseimbangan yang diperoleh dari asupan nutrisi dan kebutuhan nutrisi setiap individu untuk mempertahankan cadangan dan mengkompensasi kehilangan dalam tubuh. Status gizi setiap individu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan dan tempat tinggal, asupan gizi dan infeksi penyakit. Nutrisi yang tidak memadai berdampak kepada status gizi kurang pada anak yang dimana dapat memperlambat perkembangan fisik dan neurokognitif, namun jika nutrisi yang didapatkan seorang anak memadai maka perkembangan yang didapatkan akan optimal. Berdasarkan penelitian pada tahun 2013, status gizi anak usia sekolah yaitu antara 5 hingga 12 tahun memiliki gambaran yang beragam. Terdapat 4,4% laki-laki dan 3,5% perempuan yang mengalami status gizi sangat kurus, 7,7% laki-laki dan 6,7% perempuan memiliki status gizi kurus, sedangkan 10,8% laki-laki dan 10,7% perempuan mengalami status gizi gemuk serta 9,7% laki-laki dan 6,6% perempuan mengalami status gizi obesitas. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa. Sebanyak 295 siswa SDN Gedong 10 Pagi Jakarta Timur memenuhi kriteria yang diperlukan dalam penelitian ini dan mengikuti proses pengukuran berat badan serta tinggi badan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis chi-square dan didapatkan hasil tidak ditemukannya hubungan antara status gizi dengan prestasi akademik siswa baik pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (p = 0,437), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (p = 591), Bahasa Indonesia (p = 0,900) dan Matematika (p = 0,979). Penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut dengan mempertimbangkan penambahan variabel faktor internal dan eksternal lainnya yang dimana dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa.
Copyrights © 2024