Penelitian ini mengkaji peran dan perjuangan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah dalam menghadapi dominasi VOC di wilayah pesisir timur Sumatera pada abad ke-18. Sebagai tokoh utama dalam sejarah Kerajaan Siak, Sultan Muhammad Ali memainkan berbagai peran strategis, mulai dari panglima Perang Guntung, Raja Muda, hingga Sultan dan Raja Tua. Perjuangannya tidak hanya berlangsung di medan perang, tetapi juga dalam diplomasi dan strategi ekonomi, seperti pembangunan pelabuhan alternatif di Pekanbaru yang melemahkan monopoli perdagangan VOC di Melaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan metode determinisme untuk memahami keterkaitan antara faktor geografis, politik, dan ekonomi dalam membentuk strategi perlawanan Sultan Muhammad Ali. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap naskah-naskah klasik seperti Hikayat Siak dan Syair Perang Siak, serta melalui analisis arsip kolonial yang mencatat interaksi antara VOC dan Kerajaan Siak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Sultan Muhammad Ali dalam melawan VOC bersifat multifaset, mencakup peperangan langsung, diplomasi, serta penguatan ekonomi melalui jaringan perdagangan yang lebih luas. Kebijakan ini berkontribusi terhadap melemahnya dominasi VOC, yang berujung pada runtuhnya perusahaan dagang tersebut pada akhir abad ke-18. Temuan ini menegaskan bahwa perjuangan Sultan Muhammad Ali tidak hanya berdampak pada Kerajaan Siak, tetapi juga pada dinamika perdagangan dan politik di wilayah pesisir timur Sumatera.
Copyrights © 2025