JFARM (Jurnal Farmasi)
Vol. 3 No. 1 (2025)

Optimasi Sediaan Salep Ekstrak Green Tea Camellia Sinensis Dengan Metode Simplex Lattice Design

Wulandari, Riska (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2025

Abstract

Daun teh hijau ini adalah familli dari theaceae tumbuhan ini merupakan perdu atau tanaman pohon kecilberukuran paling tinggi 30 kaki yang biasanya dipangkas 2-5cm. Daun teh hijau segar mengandung kafein sekitar 4%. Daun muda yang berwarna hiijau muda lebih disukai untuk produksi teh. Sedangkan daun teh yang tua berwarna lebih gelap, daun dengan umur yang berbeda akan menghasilkan kualitas teh yang berbeda-beda. karena komposisi kimianya yang berbeda. Bagian dari daun teh yang dipanen untuk proses menjadi teh adalah pucuk dan dua hingga tiga daun pertama. . Bukti penelitian melaporkan bahwa kandungan polifenol pada daun teh hijau lebih tinggi dibanding teh hitam. Persentase kandungan polifenol pada teh hijau sebanyak 30-40%, sedangkan presentase kandungan polifenol pada daun teh hitam sebanyak 3-10%.perhitungan konsentrasi menggunakan metode SLD Simplex Lattice Design vaselin album 65-78%, Adeps lanae 5-18%, Pada sediaan salep ekstrak dauh teh hijau formulasi 1 sampai 8 didapatkan hasil optimal pada sediaan 4 dengan konsentrasi vaselin album 78% dan adeps lanae 5%. Daya lekat yang di hasilkan 3,375 cm dan ph 4,85431.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfarm

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

JFARM-Jurnal Farmasi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penulis yang telah mengirimkan artikelnya untuk dipublikasikan di JFARM-Jurnal ...