Publish Date
30 Nov -0001
Stabilitas pasokan listrik menjadi faktor penting dalam keberhasilan sistem penetasan telur, terutama di daerah dengan keterbatasan akses listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja dan efektivitas sistem penetas telur berbasis Internet of Things (IoT) dengan implementasi hybrid, yang mengintegrasikan panel surya, inverter, dan Automatic Transfer Switch (ATS) guna memastikan ketersediaan energi yang stabil. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengujian sistem dalam berbagai kondisi cuaca untuk mengevaluasi efisiensi panel surya, akurasi sensor DHT11 dalam memantau suhu dan kelembaban, serta performa aki 80 Ah dalam menyimpan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya beroperasi optimal dalam cuaca cerah, meskipun mengalami penurunan efisiensi pada kondisi cuaca ekstrem. Sensor DHT11 memiliki tingkat akurasi tinggi dengan rata-rata error sebesar 0,22%, sementara aki 80 Ah mampu menyimpan energi hingga 31 Ah per hari dan mendukung operasi penetas telur selama 38,4 jam pada beban 18 watt. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sistem hybrid berbasis IoT ini efektif dalam menjaga stabilitas energi dan mendukung proses penetasan telur, bahkan dalam kondisi cuaca yang bervariasi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan teknologi penetasan telur yang lebih efisien dan mandiri energi, sehingga dapat diterapkan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur listrik.
Copyrights © 0000