Indonesia telah memiliki stok beras yang cukup tanpa perlu impor, dengan stok beras nasional mencapai 10.15 juta ton pada tahun 2022. Selain itu, Indonesia juga meraih penghargaan dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) karena telah memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras pada periode 2019-2021. Untuk mengetahui keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan swasembada beras di tahun 2024, dilakukan peramalan terhadap jumlah produksi beras menggunakan metode Seasonal ARIMA dan Holt-Winter's Method. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan indikasi terjadinya penurunan jumlah produksi beras, terutama pada Maret 2024. Jumlah produksi beras pada bulan Maret yang biasanya menghasilkan produksi beras terbesar di tiap tahunnya justru mengalami penurunan sejak tahun 2018 sampai tahun 2024, yaitu sebesar 5,547 juta ton pada tahun 2018 dan diperkirakan menurun hingga menyentuh angka 5,064 juta ton beras di tahun 2024. Metode Holt-Winter menghasilkan MAPE sebesar 15,6614 dan MAD sebesar 0.39658. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan metode SARIMA (2,0,3)(1,0,1)12 dengan MAPE sebesar 16,79464 dan MAD sebesar 0,39694. Dengan demikian, metode peramalan Holt-Winters lebih baik dalam meramal produksi bulanan beras (juta ton) nasional dibandingkan SARIMA(2,0,3)(1,0,1)12.
Copyrights © 2024