Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik aerodinamika dari sayap swept forward dan swept back pada pesawat KT-1B Wongbee menggunakan Digital Low Subsonic Wind Tunnel. Pengujian dilakukan untuk memahami perbedaan dalam performa aerodinamis antara kedua konfigurasi sayap ini dalam berbagai kondisi penerbangan. Metode Pengujian melibatkan penggunaanDigital Low Subsonic Wind Tunnel yang dapat menghasilkan aliran udara dengan kecepatan rendah secara akurat. Selain itu, instrumen pengukuran seperti sensor tekanan dari perangkat lunak simulasi komputer digunakan untuk merekam dan menganalisis data aerodinamika. Hasil dari penelitian ini adalah nilai gaya angkat yang dihasilkan oleh model sayap KT 1B Wongbee dengan kecepatan 10 m/s dan AOA 8° menghasilkan gaya angkat sebesar 1,15 N, pada model sayap KT 1B Wongbee yang divariasikan swept back 10° menghasilkan gaya angkat sebesar 0,06 N, lalu pada model sayap KT 1B Wongbee yang divariasikan swept back 15° menghasilkan gaya angkat sebesar 0,04 N, kemudian pada model sayap KT 1B Wongbee yang divariasikan swept forward 10° menghasilkan gaya angkat sebesar 0,11 N, dan pada model sayap KT 1B Wongbee yang divariasikan swept forward 15° menghasilkan gaya angkat sebesar 0,15 N. Hal tersebut menyatakan bahwa model sayap KT 1B Wongbee memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan variasi model sayap swept yang divariasikan.
Copyrights © 2024