Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya mengalami kelainan atau penyimpangan (fisik, mental, intelektual, sosial, emosional), sehingga memerlukan perlakuan khusus. Penelitian ini fokus pada siswa berkebutuhan khusus tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah inklusif menurut perspektif guru dan siswa berkebutuhan khusus tunanetra. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian yang ditetapkan adalah 1 guru matematika dan 1 anak berkebutuhan khusus tunanetra. Dalam memperoleh data penelitian, Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hal yang menghambat pembelajaran di kelas inklusi yaitu (1) kurang GPK atau guru pendamping khusus; (2) hambatan dalam pelaksanaan proses pembelajaran; (3) hambatan dalam persiapan sampai pelaksanaan pembelajaran; (4) hambatan dalam pelaksanaan manajemen pembelajaran.
Copyrights © 2024