Penelitian ini mengkaji risiko ketahanan sosial dan budaya yang timbul dari kebijakan remunerasi di sektor pendidikan. Dalam konteks Indonesia, remunerasi telah diterapkan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Kajian tersebut meliputi analisis perbandingan kinerja tenaga pengajar sebelum dan sesudah penerapan kebijakan remunerasi, serta kajian terhadap kebijakan hukum dan manajerial dalam mengevaluasi kinerja tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan remunerasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja tenaga pendidik dan PNS di bidang pendidikan. Namun, terdapat risiko yang perlu diperhatikan, seperti kesenjangan antara kuantitas dan kualitas, ketidakmerataan dalam distribusi kompensasi, dan dampaknya terhadap budaya dan masyarakat. Untuk mengatasi risiko ini, diperlukan kebijakan yang adil dan transparan dalam evaluasi kinerja, serta pengakuan terhadap faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas pengajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk memahami dampak kebijakan remunerasi terhadap ketahanan sosial dan budaya di sektor pendidikan. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya perhatian yang lebih besar terhadap implementasi kebijakan remunerasi yang mempertimbangkan kualitas pengajaran dan faktor non-keuangan yang mempengaruhi kinerja tenaga pengajar.
Copyrights © 2025