Lembaga pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Selama menjalani hukumannya, warga binaan Lapas pria dibatasi untuk berkomunikasi dengan pihak luar sehingga lebih banyak berinteraksi dengan warga binaan lainnya. Adanya kesamaan nasib menimbulkan empati antar sesama warga binaan lapas pria. Salah satu faktor yang berhubungan dengan empati ialah adanya komunikasi interpersonal yang terjalin pada warga binaan lapas pria. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis non-probability sampling menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 364 partisipan berusia 20-40 tahun data penelitian dikumpulkan dari pengambilan kuisioner Interpersonal Reactivity Index (IRI) untuk mengukur variabel empati dan Interpersonal Communication Inventory (ICI) untuk mengukur variabel komunikasi interpersonal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan anatara Komunikasi Interpersonal dengan Empati (p(364) =0.447, p<0,001) yang menyatakan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal maka semakin tinggi pula empati. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan pada subjek, populasi dan sample yang berbeda. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai hubungan positif yang dimiliki oleh komunikasi interpersonal dengan empati.
Copyrights © 2024