Kemajuan teknologi informasi telah membuka peluang bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak secara lebih cepat dan efisien. Tidak adanya saluran media komunikasi yang menjembatani antara masyarakat dengan pemerintahan desa adalah salah satu penyebab kecenderungan dan ketergantungan media sosial sebagai saluran komunikasi dalam menyampaikan aspirasi, informasi maupun aduan lainnya. Hal ini pun tidak sedikit menimbulkan kesalahpahaman, yang pada akhirnya dapat merusak citra pemerintah desa dan menghambat penyelesaian masalah itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini, peneliti merekomendasikan sebuah sistem aplikasi berbasis web yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengajukan keluhan atau aduan dengan cara yang lebih terstruktur dan efisien. Metode penelitian yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi ini adalah pendekatan studi kasus yang berfokus pada analisis kebutuhan dan permasalahan. Rancangan aplikasi ini memiliki tingkat kemudahan penggunaan yang cukup baik dengan rata-rata hasilnya sebesar 82% berdasarkan pengujian usability test yang diimplementasikan di salah satu desa yang menjadi objek penelitian di Kabupaten Tangerang.
Copyrights © 2025