Pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan, seperti Taman Diponegoro, memiliki peran penting dalam menurunkan emisi karbon dan mendukung mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi simpanan karbon pada tegakan pohon di Taman Diponegoro, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Metode penelitian pengukuran karbon menggunakan metode tidak langsung atau non destruktif, meliputi pengukuran diameter batang (DBH), tinggi pohon, dan massa jenis kayu. Analisis data menggunakan rumus alometrik untuk menghitung biomassa dan simpanan karbon. Hasil penelitian menunjukkan total simpanan karbon di taman ini adalah 110,25 ton/ha, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Peltophorum pterocarpum (Soga) sebesar 53,884 ton/ha dan terendah dari Tabebuia pallida (Tabebuya) sebesar 0,060 ton/ha. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ukuran diameter dan tinggi pohon sangat mempengaruhi kapasitas penyimpanan karbon. Faktor lingkungan yang diukur meliputi intensitas cahaya sebesar 1501 Lux, kelembaban tanah 83 % , suhu 28,8 °C, dan pH tanah sebesar 7,8, yang tergolong normal sehingga pertumbuhan vegetasi termasuk normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Diponegoro memiliki potensi ekologis yang signifikan sebagai ruang terbuka hijau di perkotaan untuk mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengelolaan taman kota yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kapasitas simpanan karbon melalui penanaman spesies dengan biomassa tinggi.
Copyrights © 2025