Ancaman tsunami dari serangkaian gempa yang berpusat di dasar Samudra Hindia kian mengintai daerah pesisir selatan Pulau Jawa, tak terkecuali Kecamatan Malingping, Kecamatan Cihara, dan Kecamatan Panggarangan di Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu instrumen untuk mengurangi dampak dari potensi risiko tersebut adalah model spasial kerentanan lahan yang diwujudkan melalui sebuah peta. Parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan tsunami adalah jarak dari garis pantai, ketinggian lahan, kemiringan lereng, dan jarak dari alur sungai. Kerentanan dihitung dengan metode weighted overlay analysis, menghasilkan kelas kerentanan dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, hingga sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area dengan kerentanan tinggi dan sangat tinggi menempati 12,44 persen dari total wilayah penelitian. Area ini berpotensi mengalami kerusakan paling tinggi karena berada dekat dengan laut dan sempadan sungai, serta memiliki nilai topografi dan lereng yang rendah. Berdasarkan sebarannya, Kecamatan Malingping adalah yang paling rentan sehingga baiknya mendapatkan prioritas dalam pengembangan strategi menghadapi risiko tsunami. Kata kunci: Kerentanan lahan, tsunami, Malingping, Cihara, Panggarangan
Copyrights © 2024