Detergen mengandung bahan aktif berupa surfaktan, yang bersifat toksik dan berbahaya bagi lingkungan. Menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 di Kabupaten Sukabumi, pembuangan air limbah dari kamar mandi dan tempat cuci rumah tangga langsung dibuang ke got/sungai tanpa dilakukan pengolahan mendapat presentase sebesar 50,73%. Tingginya limbah laundry yang dihasilkan dapat menyebabkan kematian pada biota air dan eutrofikasi. Diperlukan pengolahan air limbah laundry, salah satunya dengan metode fitoremediasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman Pakis Lidah Kolam dan Melati Air dalam menurunkan parameter BOD dan COD pada air limbah laundry disesuaikan dengan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan beberapa tahapan yaitu persiapan tanaman, uji RFT dan uji fitoremediasi menggunakan variasi tanaman Pakis Lidah Kolam, Melati Air dan Kombinasi selama 15 hari. Hasil analisis didapatkan tanaman Pakis Lidah Kolam mampu menurunkan parameter BOD di hari ke-5 sebesar 65,62% dari 160 mg/L menjadi 55 mg/L dan Melati Air dapat menurunkan parameter COD di hari ke-10 sebesar 78,67% dari 1.285 mg/L menjadi 274 mg/L. Hasil penelitian belum mampu menurunkan BOD dan COD sesuai dengan baku mutu sehingga diperlukan penelitian lanjutan.
Copyrights © 2024