Pada lereng yang terdiri dari batuan sedimen dengan struktur laminasi, pembentukan lereng yang sejajar dengan kemiringan lapisan batuan membentuk lereng anisotropik. Ketidakstabilan lerengnya dipengaruhi oleh kekuatan geser pada bidang lemah yang muncul, bukan hanya dari kekuatan geser batuan itu sendiri. Penelitian ini difokuskan pada analisa kestabilan lereng di low-wall Pit MTH dengan menggunakan model anisotropik yang terdapat bidang lemah dan diinterpretasikan oleh bidang perlapisan. Anisotropik dimasukkan dalam model 2D menggunakan model material Generalized Anisotropic di Slide2, sedangkan kedudukan batuan didasarkan pada pengukuran langsung di lapangan. Untuk mendapatkan geometri optimal lereng, dilakukan beberapa simulasi perhitungan faktor keamanan terhadap variasi ketinggian lereng tunggal yang kemudian menjadi parameter awal dalam penentuan lebar jenjang minimum. Kombinasi lereng tunggal dan lebar jenjang optimal yang membentuk lereng keseluruhan selanjutnya dilakukan perhitungan faktor keamanannya kembali guna memvalidasi setiap bagian lereng memenuhi kriteria geoteknik yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan, didapatkan geometri lereng low-wall Pit MTH optimal dapat dibentuk dengan lereng tunggal setinggi 15m dan lebar jenjang minimal 15m dengan bidang lemah yang dimodelkan berupa kontak perlapisan.
Copyrights © 2023