Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI

IMPLEMENTASI KONTROL GEOTEKNIK UNTUK STAGING FINALISASI DESAIN PADA AREA LUMPUR EX-SUMP DI TAMBANG BATUBARA

Satria, Muhammad Alam (Unknown)
Rahmawan, Khafidz (Unknown)
Udhaya, Gde Raharja (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Mar 2025

Abstract

Lumpur merupakan salah satu tantangan besar dalam proses penambangan batubara. Pada salah satu area kerja di PAMA Distrik BAYA, terdapat area 4N yang merupakan area yang sudah ditinggal selama 8 tahun karena perubahan rencana penambangan. Pada tahun 2022 area ini diaktifkan kembali, sehingga aktivitas penambangannya akan memiliki tantangan besar terkait lumpur. Hal ini dikarenakan sebagian besar cadangan batubara berada di bawah elevasi lumpur sump 4N yang memiliki kedalaman 18 meter. Jika strategi penambangan tidak tepat, maka akan berdampak pada fatality atau property damage akibat longsor atau terperosok dan kerugian finansial akibat ketidaktercapaian produksi batubara.Tujuan dari project ini adalah untuk melakukan finalisasi desain area 4N dengan melakukan penggalian material lumpur sejumlah 971.533 m3 dan material overburden sejumlah 1.686.951 bcm untuk mendapatkan batubara sebanyak 284.122 ton. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa pekerjaan yaitu kontrol geoteknik (analisis dan monitoring) untuk menentukan staging penggalian di bawah lumpur yang aman dari bahaya longsor, catchment area reduction, dan penggalian lumpur dengan skema mud trucking.Berdasarkan hasil analisis geoteknik, penggalian batubara di bawah elevasi lumpur dapat dilakukan dengan pembuatan buffer material insitu yang dibagi menjadi 4 stage. Stage tersebut mempertimbangkan penurunan elevasi lumpur per 5 sampai 10 meter. Dalam analisis juga sudah mempertimbangkan model dan material properties terbaru berdasarkan hasil surface mapping untuk mengidentifikasi penurunan kekuatan batuan dan keberadaan weak layer. Buffer material insitu tersebut juga menjadi landasan alat ketika melakukan penggalian lumpur. Penggalian lumpur dilakukan bertahap sepanjang buffer material insitu, hingga membentuk angle of repose di 8 degree. Pembuatan outer drainage juga dilakukan agar lowest point bisa segera terbentuk dan meminimalisir volume air yang masuk ke area lumpur yang berpotensi mengurangi viskositas lumpur. Pada akhirnya, aktivitas penggalian lumpur dan material overburden di area 4N dapat berlangsung dengan aman sesuai desain dan rekomendasi geoteknik, serta batubara dapat tercapai sesuai target volume dan waktu.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

prosiding

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak). ...