PT.AEL Indonesia melakukan proses pembuatan bahan peledak emulsi yang bahan ramuannya adalah Ammonium Nitrate (AN) dan Sodium Nitrite (SN).Bahan ramuan emulsi tersebut berpotensi mencemari tanah dan menyebabkan kadar nitrat dalam tanah dapat terkontaminasi dengan air tanah maupun air sungai sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup terlebih jika di konsumsi. Baku mutu kadar nitrat pada air minum menurut Peraturan Pemerintah No.20/1990 dan Permenkes No.416/l990 adalah 10 mg/l sedangkan baku mutu kadar nitrat pada limbah bahan peledak menurut Permen LH No.5 Tahun 2014 adalah 20mg/l.Agar tidak mencemari air sungai atau air tanah, maka harus dilakukan eksperimen dari variasi titik ukur sampel agar diketahui kadar nitrat pada area- area yang berpotensi tercemar nitrat ( titik ukur sampling) serta dapat mengkonfirmasikan nilai kadar nitrat sudah memenuhi baku mutu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dan mengkonfirmasi status kandungan kadar nitrat pada tanah apakah sudah sesuai dengan baku mutu serta melakukan analisa agar kadar nitrat tetap terkontrol sesuai dengan baku mutu. Metodologi Penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung dan pengamatan laboratorium, kemudian dinalisis dengan pendekatan kuantitatif eksperimen, untuk menggambarkan kadar nitrat pada beberapa area titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kadar rata-rata nitrat pada tujuh titik area pengukuran selama periode Jan-Des 2022 yaitu 4,7 mg/l ( masih sesuai baku mutu kadar nitrat dalam tanah yaitu 10 mg/l pada kualitas air minum dan baku mutu nitrat limbah yaitu 20 mg/l), sehingga tidak membahayakan bagi makhluk hidup apabila mengkonsumsi air tanah maupun air sungai.
Copyrights © 2023